You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Sodetan di Kolong FO Cawang Harus Dinormalisasi
photo Nurito - Beritajakarta.id

Sodetan di Kolong FO Cawang Harus Dinormalisasi

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, meninjau kolong Flyover (FO) Cawang, Senin (8/2) malam. Kolong ini sempat tergenang saat hujan pada Minggu (7/2) sore kemarin sekitar 10 sentimeter.

Jika sodetan lama tidak bisa dinormalisasi, maka harus dibuat sodetan baru

Bambang menyebut, genangan terjadi diduga akibat sodetan di bawah jalan menuju Halim Perdanakusuma tersumbat.

Pada siang hari, sekitar 20 petugas PPSU Cawang dikerahkan untuk membersihkan sodetan. Namun ada sumbatan di dalamnya. Ketika didorong menggunakan bambu, patah dan besi terhalang benda keras.

Proyek Jalan Layang Transjakarta Rusak Sejumlah Jalan

Kemudian disemprot menggunakan mobil pemadam. Namun airnya berbalik dan tak menembus ke sodetan. Pihaknya meminta Sudin Tata Air untuk segera mengatasi sodetan tersebut.

"Kita cek malam ini ternyata tidak ada genangan di kolong Flyover Cawang. Tadi siang sudah dibersihkan oleh PPSU dan disemprot mobil pemadam, ternyata ada sumbatan di sodetan," ujar Bambang.

Menurutnya, Sudin Tata Air Jakarta Timur harus cepat turun tangan. "Jika sodetan lama tidak bisa dinormalisasi, maka harus dibuat sodetan baru," tandasnya.

Bambang khawatir jika sodetan lama dibiarkan tersumbat, genangan di kolong Flyover Cawang bisa lebih besar dan mengganggu lalu lintas di sekitarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1174 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati